Abstrak

Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk memiliki sistem pengendalian intern


yang baik guna memastikan keakuratan laporan keuangan. Salah satu aspek penting dalam laporan keuangan


adalah account receivable (piutang usaha) dan account payable (utang usaha), yang mencerminkan hak dan


kewajiban keuangan perusahaan. Ketidaktepatan dalam pencatatan dan pengelolaan kedua akun ini dapat


mempengaruhi validitas laporan keuangan dan berdampak pada opini audit yang diberikan oleh auditor.


PT KML, yang didirikan tahun 1990, bergantung pada penjualan kredit yang besar, sehingga pengendalian intern


untuk piutang sangat penting. Auditor perlu terampil dalam mengumpulkan dan menafsirkan bukti untuk audit.


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prosedur audit terhadap account receivable dan account


payable serta pengaruhnya terhadap opini audit PT KML yang diaudit oleh KAP “Drs. Joseph Munthe, M.S., Ak.”


Penelitian ini menemukan bahwa PT KML belum menyusun kartu kontrol piutang dan hutang serta belum


membentuk cadangan piutang tak tertagih. Hasil konfirmasi piutang dan hutang menunjukkan kesesuaian dengan


catatan perusahaan sehingga tidak ditemukan masalah material. Kelemahan administratif tersebut tidak


memengaruhi opini audit, karena auditor secara konsisten memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP)


pada 2021–2023. Pertimbangan utama opini WDP berasal dari ketidakpatuhan perusahaan terhadap regulasi


ketenagakerjaan.